Intuisi adalah sebuah kata yang hampir semua orang
pernah mengatakannya. Dalam kehidupan sehari-hari, orang sering menggunakan
kata intuisi. Ada yang memaknai intuisi sebagai angan-angan atau imajinasi, ada
yang mengartikan intuisi sebagai perasaan, ada yang menyatakan bahwa intuisi
serupa dengan feeling, dan banyak lagi pengertian intuisi yang dapat
ditelusuri dalam percakapan kita sehari-hari dengan orang lain. Ini menunjukkan
bahwa dalam kehidupan sehari-hari, intuisi dipahami secara beragam dan tidak ada
kesepakatan umum terhadap pengertian intuisi tersebut.
Sejak dahulu, para ahli memandang istilah intuisi
dengan pandangan berbeda. Dalam literatur yang ditelusuri penulis, terlihat
bahwa para filosof dan para psikolog juga memiliki pandangan yang berbeda
terhadap intuisi. Para ahli filsafat memandang intuisi sebagai rasional dan
superior terhadap berpikir analitik, beberapa ahli filsafat memandang intuisi
bersifat tidak pernah salah (infallible). Ahli filsafat;
Bergson (Henden.G, 2004) membedakan antara intuisi dengan penalaran analitik.
Menurutnya, kedua istilah tersebut tidak memiliki sistem kognitif yang berbeda,
tapi merupakan dua sisi dalam aktivitas berpikir. Dalam bidang psikologi,
psikolog Jung menyatakan bahwa intuisi adalah salah satu fungsi kognitif
diantara tiga fungsi lainnya, yaitu: thinking, feeling, dan sensation
(Henden.G, 2004). Beberapa
ahli psikologi memandang intuisi berfungsi paralel dengan berpikir analitik dan
hasil intuisi bisa saja salah. Demikian pula diantara para ahli terdapat perbedaan
pandangan terhadap intuisi; ada yang memandang intuisi sebagai produk dari
pengalaman dan penalaran, sedangkan ahli-ahli lainnya berpendapat bahwa intuisi
bukan produk dari pengalaman dan/atau dipandang sebagai penalaran yang sifatnya
implisit (berfungsi tanpa disadari oleh orang yang melakukannya).
Dalam Zeev dan Star (2002), ahli matematika, Hadamard, menyatakan bahwa intuisi
merupakan cara untuk memahami bukti dan konseptualisasi.
Perlu
diperhatikan bahwa tidak semua kognisi segera merupakan intuisi. Persepsi
merupakan aktivitas mental yang juga berlangsung segera. Sebagai contoh,
seseorang dengan segera dapat menyimpulkan bahwa meja-meja didepannya berbeda
ukurannya, berbeda warnanya, atau berbeda bentuknya. Ini adalah persepsi
seseorang terhadap meja-meja tersebut. Contoh lainnya, bilamana diberikan dua
garis berpotongan, seseorang dengan segera menyimpulkan bahwa sudut-sudut yang
bertolak belakang pada garis yang berpotongan tersebut sama besar. Ini adalah
persepsi orang tersebut terhadap besar sudut bertolak belakang pada garis
berpotongan yang disajikan padanya. Persepsi adalah aktivitas mental untuk
menghasilkan representasi atau interpretasi yang didasarkan pada penggunaan
alat indera.
Pada sisi lain,
meskipun sifat “segera” (immediacy) merupakan artribut untuk menunjukkan
berlangsungnya intuisi seseorang, beberapa ahli psikologi seperti Babay,
Levyadun, Stavy dan Tirosh (2006) menyatakan bahwa dalam konteks sains dan
matematika, sejauh ini belum ada alat ukur empiris untuk mengukur sifat
“segera” respon intuitif (so far no empirical measurement of the immediacy
of intuitive responses has been carried out in the context of science and
mathematics). Oleh karena itu, sangat sulit membuktikan bahwa seseorang
menggunakan intuisi bilamana artribut ini (sifat immediacy dari intuisi)
harus diukur untuk dijadikan salah satu dasar atau kriteria berlangsungnya
intuisi seseorang.
Referensi:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar